HPN 2021, PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Bakti Sosial

HPN 2021, PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Bakti Sosial

PWI KOTA BANDUNG — Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, PWI Kota Bandung bekerjasama dengan PWI Peduli Kota Bandung, IKWI Kota Bandung dan SMSI Jawa Barat, bakal menggelar bakti sosial berupa donor darah, Kamis mendatang (04/03/2021).

Donor darah rencananya akan dilaksanakan dimulai pukul 12.00 WIB sampai 16.00 WIB di Lantai 2 gedung PMI Kota Bandung Jln. Aceh.

Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah menyebutkan kegiatan tersebut bukan baru kali ini saja dilakukan PWI Kota Bandung, namun merupakan kali kedua setelah HPN 2020 lalu.

“Ini merupakan yang kedua, dimana tahun lalu kita juga menggelar donor darah dengan PMI Kota Bandung yang diikuti sedikitnya 35-40 anggota PWI,” jelas Hardiyansyah, Selasa (02/03/2021) di Sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani 262, Bandung.

Menurutnya, darah merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendesak disaat masyarakat membutuhkan. Karena itu, pihaknya selalu menekankan, untuk membantu masyarakat dalam hal ini donor darah, terlebih ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Donor darah merupakan wujud kepedulian PWI Kota Bandung terhadap sesama, terutama untuk membantu PMI dalam memenuhi ketersediaan darah,” ucapnya.

Selanjutnya Hardiyansyah mengimbau kepada seluruh anggota PWI Kota Bandung agar mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan, utamanya istirahat yang cukup.

Presiden Jokowi Sampaikan Alasan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi Sampaikan Alasan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Jakarta, PWI Kota Bandung – Presiden RI Joko Widodo hadir dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 5.512 insan pers di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari pertama, Kamis 25 Februari 2021.

Dari jumlah penerima vaksin tersebut, 512 di antaranya adalah peserta yang mendaftar saat Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Joko Widodo menyampaikan alasan mengapa insan pers mendapat prioritas dalam vaksinasi Covid-19.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat HPN bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi dan alhamdulillah pagi ini dimulai untuk 5.512 awak media yang prosesnya tadi saya lihat berjalan lancar dan baik,” kata Joko Widodo yang terkenal dengan panggilan “Pak Jokowi”.

Vaksinasi tersebut diharapkan oleh Jokowi bisa melindungi awak media di lapangan. “Wartawan sering berinteraksi dengan publik, dengan nara sumber,” kata demikian Jokowi memberi alasan.

Jokowi berharap proses vaksinasi massal bagi insan pers yang berlangung hingga 27 Februari 2021 di Jakarta ini bisa dilakukan di provinsi-provinsi lain, sehingga seluruh awak media, segera mendapat vaksin.

Presiden melihat insan pers sebagai salah satu yang melakukan pelayanan publik. Karena itu dimasukkan dalam program vaksinasi tahap kedua yang digulirkan pemerintah.

Dalam pelaksanaan hari pertama vaksinasi selain dihadiri presiden, tampak hadir mendampingi Jokowi, antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Informasi dan Informatika RI Johnny G.Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga penanggung jawab Hari Pers Nasional 2021 Atal S. Depari.

Mohammad Nuh kepada wartawan mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi insan pers adalah bagian dari tugas Dewan Pers yaitu melindungi pers dari tekanan dan ancaman dari luar ketika menjalankan tugas jurnalistik, selain ancaman dari penyakit, dari dalam tumbuh.

Karena itu wartawan, insan pers harus diberi perlindungan dengan vaksin, supaya sehat dan bisa menyajikan berita berkualitas.

PWI Apresiasi Pemerintah

Penanggung Jawab HPN 2021/Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S. Depari, Selasa (23/2) secara terpisah mengatakan, pihaknya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

“Kami juga senang, pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara kami meminta Bapak Presiden menambah 5.000 insan pers untuk divaksin,” kata Atal.

Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Dalam pelaksanaan vaksinasi hari pertama berlangsung lancar dan tertib. Semua peserta dipersilakan duduk di kursi yang sudah disediakan. Para peserta dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja.

Para penerima vaksin dipanggil secara bergelombang sesuai tempat mereka mendaftar, yakni di 10 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Ke-10 konstituen Dewan Pers adalah  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

IKWI Kota Bandung Bersama Wardah Indonesia Adakan Acara Virtual Skin Session

IKWI Kota Bandung Bersama Wardah Indonesia Adakan Acara Virtual Skin Session

PWI KOTA BANDUNG — Dalam rangka Hari Pers Nasional 2021 PWI (Persatuan wartawan Indonesia), IKWI (Ikatan keluarga Wartawan Indonesia) Kota Bandung bekerjasama dengan WARDAH Indonesia mengadakan acara Virtual Skin Session.

Mengusung tema Memulai Kulit Awet Muda Anda dengan Kristal oleh Wardah, acara ini digelar melalui aplikasi Zoom Meeting pada Senin, 22 Februari 2021.

Ketua IKWI Kota Bandung Reni Haryati mengatakan, acara mendukung para wanita untuk tetap melakukan perawatan meskipun di masa pandemi ini yang semua harus dilakukan di rumah saja.

“Tujuannya menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana agar tetap tampil cantik dan segar salah satunya dengan mencoba perawatan terbaru dari produk wardah”, ujarnya saat membuka acara.

Acara ini menghadirkan Crystallure Skin Expert dari Wardah, Hanna dan Ditta sebagai nara sumber yang ahli di bidang perawatan wajah dan kosmetik.

Dikatakan Hanna, produk terbaru dari Wardah Indonesia ini sangat cocok jadi pilihan para ibu-ibu untuk melakukan perawatan dirumah terlebih dahulu saat pandemi seperti sekarang ini, karna rangkaian produknya sangat lengkap mulai dari pagi hingga malam hari.

“Salah satu rekomendasi skincare premium yang bisa dicoba adalah Crystallure oleh Wardah. Berbeda dengan skincare kebanyakan, Wardah memilih Gold-Peptide Crystals dan YouthGlow Active sebagai kandungan utama. Fokus rangkaian Crystallure oleh Wardah adalah mencegah penuaan sekaligus membuat kulit menjadi lebih cerah dan bersinar,” ungkap Hanna.

Menurut Hanna sasaran peserta Virtual Skin Session ini sangat tepat, karena rangkaian perawatan Crystallure by Wardah memang diperuntukkan mulai dari usia 30 hingga 50 tahun keatas.

 

“Mulai dari usia 30 sampai 50 tahun. Beberapa produk juga bisa dipakai remaja 18 tahun. Serta aman digunakan ibu hamil dan menyusui dan masalah kulit sensitif,” terang Hanna.

Bergantian Hanna dan Ditta memberikan penjelasan produk Crystallure by Wardah, hingga langkah-langkah penggunaan perawatan kulit yang baik dan benar.

Tidak hanya itu, sebanyak 30 peserta dari IKWI Jawa Barat, IKWI Kota Bandung, beberapa persatuan atau himpunan wanita di Kota Bandung serta kalangan lainnya, mendapatkan tutorial Make Up All In One dan secara gratis.

Diakhir acara Crystallure oleh Wardah juga memberikan beberapa penghambat atau bingkisan sebagai apresiasi kepada peserta yang mengikuti acara tersebut.

PWI Kota Bandung Tandatangani MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Universitas Sangga Buana dan STAIPI

PWI Kota Bandung Tandatangani MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Universitas Sangga Buana dan STAIPI

PWI KOTA BANDUNG – Seluruh anggota PWI Kota Bandung, diimbau untuk dapat mewujudkan misi organisasi melalui pemberitaan yang seimbang, berintegritas dan edukatif sehingga dapat memberikan kontribusi dalam membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung, Hardiyansyah menyampaikan hal itu saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Kota Bandung 2021, yang digelar diruang Tengah Balai Kota Bandung dan diintegrasikan secara virtual dengan petunjuk puncak HPN 2021 tingkat pusat bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Ketua DPRD Kota Bandung Ade Supriadi, Unsur Forkopimda, Rektor Universitas Sangga Buana (USB) Bandung, Dr. Asep Effendi, SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBC., Ketua STAIPI, Dr. Nurmawan, M.Ag., pengurus PWI Kota Bandung dan undangan lainnya.

Pada saat HPN 2021 ini, dilaksanakan juga penandatanganan MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi antara PWI Kota Bandung dengan Universitas Sangga Buana (USB) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Persis (STAIPI), yang diantara adalah beasiswa kuliah untuk anggota PWI Kota Bandung beserta keluarganya.

MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Persis, di Ruang Tengah Balai Koya Bandung, Selasa (9/2/2021).

Melalui kerjasama tersebut, diharapkan anggota PWI Kota Bandung bisa mendapatkan ilmu dan memberikan wartawan yang profesional dalam menyampaikan program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Kolaborasi ini untuk meng-upgrade ilmu teman-teman anggota PWI Kota Bandung beserta keluarga. Dan yang ingin mendapatkan tambahan ilmu, bisa berkuliah di 2 perguruan tinggi secara gratis, ”ungkap Hardiyansyah.

Sebelum penandatanganan, Rektor Universitas Sangga Buana (USB) Bandung, Dr. Asep Effendi, SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBC., Memaparkan bahwa kerja sama ini merupakan bukti kontribusi Universitas Sangga Buana terhadap Pemerintah Kota Bandung.

Rektor USB Dr. Asep Effendi berharap, sinergitas positif antara media dengan perguruan tinggi ini dapat membantu membuat program-program untuk Bandung lebih maju.

“Di kami ada program yang namanya Bakti Sangga Buana untuk anak negeri, inilah salah satu bukti kontribusi kami terhadap Pemkot Bandung yaitu berupa beasiswa untuk anak negeri,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua STAIPI, Dr. Nurmawan, M.Ag., yang menyambut baik kolaborasi bersama PWI Kota Bandung serta siap mengimplementasikan kerjasama yang saling menguatkan satu sama lain.

Sementara Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, dalam konteksnya menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif wartawan kota Bandung dalam mengedukasi informasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya dalam membantu pemerintah dalam pandemi Covid-19.

“Saya merasa bangga, keluarga besar PWI kota Bandung sangat aktif dalam penyebaran informasi dan pendidikan yang terkait dengan pandemi, yang mudah-mudahan konsisten hingga masalah ini benar-benar tuntas,” katanya.

Yana berharap berita peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021 dapat menjadi momentum peran dan konsistensi wartawan dalam membantu penyebaran virus corona. Salah satunya dengan informasi yang menyeluruh tentang pandemi dan selalu mengajak masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Peringatan HPN 2021 harus menjadi momentum peningkatan peran dan konsistensi wartawan dalam membantu penyebaran virus corona, agar kehidupan warga kembali pulih seperti sediakala,” tambahnya.

MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, ditandatangani oleh Ketua PWI Kota Bandung H. Hardiyansyah, SH., Rektor USB Dr. Asep Effendi, SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBC., Dan Ketua STAIPI, Dr. Nurmawan, M.Ag., dengan disaksikan oleh Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, SE., MM., Dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ade Supriadi, SE.

Strategi 10 Bupati Walikota Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Strategi 10 Bupati Walikota Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Jakarta, PWI Kota Bandung – Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021, bersama Presiden RI Joko Widodo, berani maupun memikat, Selasa (9/2/2021) pagi, salah satu mata acaranya adalah penyerahan trofi kepada 10 kepala daerah (bupati / walikota) ) penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Menurut Ketua Umum PWI Atal S. Depari, selaku Penanggungjawab HPN 2021, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi insan pers terhadap para bupati / walikota yang peduli kebudayaan dan media literasi. Yang dipilih oleh tim juri yang terdiri dari wartawan senior, penulis, budayawan dan akademisi, dan pekerja seni-budaya.

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, tambahkan, ke-10 bupati / walikota penerima anugerah, memiliki strategi, kinerja, dan kekuatan masing-masing, dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi. “Pada umumnya, mereka merawat warisan masa lalu, kemudian merawat, memanfaatkan, mengembangkan dan melindunginya, dengan berbagai regulasi. Selain itu mengembangkan dengan” bungkus “dan cara masa kini, termasuk di dalamnya menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional, sekaligus global. “

Strategi dan Kinerja
Bagaimana strategi dan kinerja kebudayaan, masing- masing kepala daerah tersebut? Yusuf menjelaskan bahwa Bupati Banggai – Sulawesi Tengah H. Herwin Yatim menjadikan gerakan dan gaya hidup Pinasa sebagai muara perilaku hidup bersih, cinta lingkungan, dan tradisi yang terbarukan. Walikota Bogor – Jawa Barat Bima Arya Sugiarto dengan merevitalisasi filosofi kearifan lokal Sunda Sahitya Raksa Baraya membangun kota Bogor dalam kebersamaan etnis etnis hingga etnis, dengan dukungan media. Walikota Denpasar – Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra memajukan kebudayaan di jantung pulau dewata dengan konsep Orange Economi, yang memadukan ekonomi kreatif dan budaya, dengan prinsip keseimbangan.

Bupati Majalengka-Jawa Barat H. Karna Sobahi mengubah stigma daerah pensiunan itu menjadi gemebyar seperti sekarang dengan semangat kearifan lokal Ngamumule Budaya, Ngawangun Majalengka Raharja. Walikota Mojokerto Jawa Timur Ika Puspitasari meski dengan anggaran kebudayaan yang kecil, tapi dengan Spirit Mojopahit yang besar, mampu menciptakan berbagai program yang menarik, sambil mengatasi berbagai tantangan, diantaranya penghacuran bangunan bersejarah untuk kepentingan komersial.

Walikota Parepare, Sulawesi Selatan HM Taufan Pawe meneguhkan kota pelabuhan itu dengan ikon baru sebagai Kota Cinta Sejati Habibie – Ainun, lengkap dengan aneka program hingga infra struktur pendukungnya. Walikota Tegal, Jawa Tengah H. Dedy Yon Supriyono dengan Jitak Jakwir, mengembangkan budaya lokal sebagai kekuatan masyarakat yang dedikatif, berkarakter, dan bermartabat.

Walikota Singkawang Kalimantan Barat Tjhai Chui Mie mampu “mengorkestrasi” modal budaya leluhur Tidayu (Tionghoa, Dayak Melayu) dan perkembangan masa kini, untuk meraih kesejahteraan dalam keharmonisan. Bupati Sumedang, H.Dony Ahmad Munir, dengan roh Sumedanglarang, peningkatan nilai-nilai lama yang baik, dan meningkatkan nilai-nilai baru yang lebih baik, untuk menjawab tantangan masa kini. Walikota Semarang, Jawa Tengah H. Hendrar Prihadi menjaga keberagaman dalam kebersamaan, antara lain dengan menggunakan media massa / media sosial dan teknologi baru yang sedang tren, untuk mewujudkan kota perdagangan dan jasa, yang sejahtera.

Budaya Maya
Menguatkan strategi dan kinerja bupati walikota penerima penghargaan ini, menggunakan dua pendekatan: masa normal dan masa pandemi. Sementara itu, pada anugerah tahun sebelumnya, 2016 dan 2020, para bupati / walikota hanya menggunakan satu pendekatan, masa normal.

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda umat manusia di seluruh muka bumi termasuk Indonesia, hingga saat ini hampir hampir, banyak sekali cara hidup (sebagai salah satu inti kebudayaan) yang terderupsi. Yang dulu ada sekarang hilang, lalu muncul hal-hal baru yang dulu tidak pernah terbayangkan. “Memang, pandemi telah memporak-porandakan kebudayaan lama yang berbasis dunia” nyata “(benda dan tak benda). Tapi pandemi pula yang telah mendorong umat manusia yang menciptakan dan menciptakan budaya baru,” maya “, berbasis teknologi dan kecerdasan buatan “, tandasnya.

Mencermati perkembangan yang ada, terutama yang menguatnya budaya maya yang akan mempengaruhi cara hidup manusia ini dan masa depan, Yusuf mengatakan bahwa Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2022 bakal dilakukakan pembaruan. Untuk itu, guna menjaring berbagai masukan, rencana pasca-HPN akan digelar “silaturahmi virtual” yang melibatkan penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2016, 2020, dan 2021, budayawan, akademisi, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya.

Info lebih lanjut bisa menghubungi
Pelaksana AK-PWI Yusuf Susilo Hartono 08128127458

IIPG Meriahkan HPN 2021 Lewat Bantuan Sembako untuk Masyarakat

IIPG Meriahkan HPN 2021 Lewat Bantuan Sembako untuk Masyarakat

Jakarta, PWI Kota Bandung — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli mendapat bantuan 1.000 paket kebutuhan pokok/sembako dari Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG), Jumat (5/2/2021).

Penyerahan bantuan sembako dari IIPG ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Umum IIPG, Yanti Airlangga Hartarto kepada perwakilan PWI daerah sekitar Jakarta yang hadir.

Ketua Umum PWI Pusat yang juga penanggung jawab HPN 2021, Atal S. Depari menyambut baik semangat solidaritas IIPG dalam membantu warga pers di masa pandemi ini.

“Pertemuan ini jadi menarik karena Ibu (Yanti Airlangga) membawa bekal luar biasa ini, ada 1.000 paket sembako, sampai kami kewalahan, mau dikirim ke mana sembako ini. Ternyata teman-teman tidak kewalahan, langsung dibuat floating diberikan kepada masyarakat pers yang membutuhkan ini dalam masa pandemi,” ujar Atal dalam sambutannya di Sekretariatan PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Atal mengatakan, seluruh bantuan ini segera didistribusikan dari KONI Pusat. “Saya telepon langsung humas (KONI Pusat)-nya, tolong sediakan tempat, itu luas sekali,” tutur Atal.

PWI Pusat di bawah Ketua PWI Peduli, M. Nasir, lanjut Atal, terus bergerak menggalang solidaritas membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah seperti korban gempa di Sulawesi Barat maupun banjir di Kalimantan Selatan.

“Dari Kalimantan Selatan, banjir bah yang luar biasa, kawan-kawan kami dari Kalimantan Timur aktif datang. Saya kira Pak Nasir tinggal teken tombol berangkat,” ucapnya.

Yanti Airlangga pun setuju dalam suasana pandemi ini, harus saling bergotong royong dan meringankan beban sesama. Kata dia, seperti biasanya Jumat Berbagi, namun kali ini IIPG sebagai partisipasi dalam rangka HPN 2021.

IIPG sudah menjalankan aksi sosial selama pandemi merebak Maret 2020 lalu. Para istri bahkan turun ke daerah-daerah bencana. Setiap hari Jumat lewat program Golkar Peduli, IIPG aktif membaikan bansos di berbagai tempat, termasuk APD di sejumlah rumah sakit.

Bantuan yang diberikan kepada pers dan wartawan dalam rangka Hari Pers Nasional 2021, merupakan bantuan yang Kedua. Beberapa pekan lalu, IIPG juga sudah memberikan bantuan ratusan paket sembako ke pers dan awak media, yang terdampak pandemi.

“Ikatan istri tidak takut pada pandemi, jiwa keibuan kami, jiwa sebagai perempuan tidak mau berdiam diri, support dari suami kita,” ucap Istri dari Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar.

IIPG juga turun ke daerah-daerah bencana membantu para korban. “Hari ini kami menemukan keluarga baru, mempunyai semangat baru unt berbagi,” tambah Yanti Airlangga.

“Saya ucapkan Hari Pers Nasional, semoga pers dan medianya dapat membangun optimisme dan menyebarkan berita-berita positif bagi kemajuan bangsa dan negara,” ucapnya.

Ketua Umum IIPG Yanti Airlangga hadir bersama Ketua Bansos IIPG, Nita Aziz Syamsuddin dan jajarannya.

Sedangkan dari PWI Pusat hadir Ketua PWI Peduli, M. Nasir dan Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi.

Bantuan diserahkan kepada Yani Mirza mewakili IKWI Pusat, Sekretaris PWI Bogor, Nurofik, Sekretatis PWI Depok Wandi dan satpam Dewan Pers, Panca dan Dar Edi Yoga mewakili PWI Pusat.

Ini Pesan Menkumham Bagi Media Mainstream di Tengah Disrupsi Media Sosial

Ini Pesan Menkumham Bagi Media Mainstream di Tengah Disrupsi Media Sosial

Jakarta, PWI Kota Bandung Keberadaan dan pengaruh media sosial (medsos) terhadap masyarakat Indonesia, sangat dahsyat. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan pengguna handphone 378 juta, internet dapat memberikan keuntungan, sekaligus kerugian. Tidak hanya sampai disitu, medsos dinilai dapat mengancam media mainstream.

“Tidak hanya media, kita juga bisa melihat pasar-pasar, market tradisional mengalami disrupsi yang perlu disikapi,” jelas Menkumham Yasonna Laoly saat menjadi Keynote Speaker di seminar bertajuk Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos, di Jakarta, Kamis (04/02/2021).

Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun dibelahan dunia juga demikian. Dari total pengguna internet di Indonesia 170 juta, di antaranya pengguna media sosial.

“Pemerintah negara negara di dunia pusing mengelola medsos. Kami pernah bertemu antar pemimpin negara di Australia salah satunya membahas perkembangan medsos karena terkait terorisme,” terangnya seraya meminta media mainstream menjaga kualitas pemberitaan meski ditengah tantangan disrupsi media sosial.

Sementara Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, tekanan disrupsi media sosial terhadap media mainstream semakin kuat. Disrupsi ini muncul dengan semakin cepatnya penetrasi bisnis mereka melalui mesin pencari dan situs e-commerce yang memberi guncangan sangat besar pada media mainstream.

“Di tengah krisis karena pandemi ini, kehadiran disrupsi media social membuat media mainstream semakin terpukul. Jika keadaan ekonomi ini berlanjut saya tidak membayangkan apakah masih ada kemampuan media untuk hidup lebih lama,” pungkas Atal.

Salah satu penolong adalah kerjasama, seperti misalnya google dan facebook. Seminar tersebut merupakan rangkaian Hari Pers Nasional 2021.

 

Presiden Joko Widodo Dipastikan Hadir Pada Hari Pers Nasional 2021

Presiden Joko Widodo Dipastikan Hadir Pada Hari Pers Nasional 2021

Jakarta, PWI Kota Bandung — Presiden Joko Widodo dipastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dari Istana Merdeka secara Virtual pada puncak acara HPN 9 Februari mendatang.

Kepastian kehadiran presiden tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, ketika menerima Audensi secara virtual Pengurus PWI Pusat dan Panitia Hari Pers Nasional 2021 Selasa, (2/2/2021)

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden akan mulai hadir dalam rangkaian HPN 2021 pada pukul 09.30 WIB. Pratikno juga berharap lewat momentum Hari Pers Nasional 2021 yang mengangkat Tema “Bangkit Dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan”, dirinya berharap pers sebagai salah satu pilar demokrasi bersama negara bisa mengawali kebangkitan dan kekuatan untuk keluar dari pandemi covid-19.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab HPN 2021, Atal S.Depari melaporkan tentang kesiapan pelaksanaan HPN 2021 yang tahapannya sudah dimulai dari tanggal 4 Februari dengan menghadirkan serangkaian kegiatan seperti seminar, konvensi dan acara puncak yang dipusatkan di Ancol ini akan diikuti secara virtual ribuan wartawan anggota PWI dari seluruh Indonesia serta anggota organisasi konstituen Dewan Pers.

Dalam audensi virtual dengan Mensesneg, Atal S Depari di dampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Wakil Sekjen PWI Pusat Suprapto, Bendahara Umum Muhammad Ihsan, Wakil Bendahara Umum PWI Pusat Dar Edi Yoga, Kesit B Handoyo, Merdy Sofiansyah dan Penanggung Jawab Humas HPN Mercys Charles Loho.

Ini Daftar Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 Dalam Rangka Hari Pers Nasional 2021

Ini Daftar Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 Dalam Rangka Hari Pers Nasional 2021

JAKARTA, PWI KOTA BANDUNG – Tahapan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 memasuki babak akhir dan hadiah sejumlah pemenang.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengumumkan pemenang anugerah jurnalistik tertinggi dan paling bergengsi di Indonesia ini, dalam acara Indonesia Bicara di TVRI, 2021 malam.

Atal S. Depari memandang para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 membuktikan bahwa banyak penulis yang menulis berkualitas.

Ini-Daftar-Pemenang-Anugerah-Jurnalistik-Adinegoro-2020-dalam-rangka-Hari-Pers-Nasional-2021

“Karya-karya berkualitas yang bisa jadi juara. Jadi Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang paling tinggi di pers nasional. Di Hari Pers Nasional selalu kita menyerahkan hadiah di depan presiden, cukup memberikan kan. Ada enam kategori,” ucap Atal S. Depari yang juga penanggung jawab HPN 2021. Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2020 secara virtual mengingat situasi masih pandemi COVID-19.

Ada enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman untuk media cetak; liputan berkedalaman untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; berita foto untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

Untuk Media Cetak dan Siber
Kategori Media Cetak dimenangi Devy Ernis bersama Aisha Saidra dan Dini Pramita dari Majalah Tempo bertajuk “Jalan Pedang Dai Kampung” yang diterbitkan 27 Juli 2020.

“Isu kekinian, dekat dengan kita, pemahaman pemahaman yang lebih baik mengenai masalah,” komentar Ketua Dewan Juri Media Cetak wartawan senior Maria D. Andriana. Dua juri lainnya, wartawan kawakan Asro Kamal Rokan dan Ahmed Kurnia S.

Kategori Media Siber dimenangi Jonathan Pandapotan Purba dan Windi Wicaksono dari Liputan6.com berjudul “Vaksinasi, Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19” yang diterbitkan 23 Oktober 2020.

Untuk pemenang kategori ini, Priyambodo RH selaku ketua dewan juri, memberi komentar singkatnya. “Reportase aktual, mendalam, multimedia-konvergensi,” ujarnya. Namun, ia juga memberi catatan penjurian, terutama yang membedakan antara konten web dan konten cetak.

“Konten cetak naratif dan santai, konten web harus langsung ke intinya,” jelas Priyambodo. Wartawan senior Antara ini mengingatkan, pembaca web selalu terburu-buru, berbeda dengan pembaca media cetak.

Dr.Artini dan Prof.Rajab Ritonga sebagai anggota Dewan Juri Media Siber sependapat. Secara umum karya Jonathan Pandapotan dan Windi tersebut berhasil menyampaikan pesan sesuai karakter media siber.

“Ada kebaharuan dan kekinian yang masih menjadi fenomena yang belum terselesaikan,” ujar Artini. Meski diakuinya, keterbatasan masih pada bahasa. “Media siber masih belum bisa lepas dari karakter media cetak,” katanya.

Kategori Televisi dan Radio
Diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah dan Eko Hamzah dari Trans 7, bertajuk “Bencana Alam di Tengah Pandemi” yang tayang pada 30 November 2020.

Dewan juri yang terdiri wartawan senior di bidang televisi (Nurjaman Mochtar, Imam Wahyudi, dan Immas Sunarya) sepakat bahwa topik yang dipilih Rivo bersama timnya betul-betul mempunyai nilai jurnalistik yang tinggi. Rivo seakan menyatu dengan venue dan suasana batin para korban bencana alam.

Ketiga juri memuji atmosfer venue tayangan itu terasa sangat kuat. Dari segi presentasi, meski di lokasi gelap dan sulit pun mampu disajikan prima. Begitu pula angle-angle gambarnya detail.

“Tidak ada rangkaian visual yang “jumping”. Pemilihan dan penempatan “sound bite” juga tepat. Saling mendukung antara script dan reportase lapangan. Salut buat editor, keren,” komentar tim juri Kategori Media Televisi.

Untuk kategori Radio dimenangkan Muhammad Aulia Rahman dari RRI Banjarmasin berjudul ” Nasalis Larvatus di Antara Konflik dan Kepunahan” yang disiarkan pada 30 November 2020. Tim juri kategori ini terdiri dari para tokoh radio, yaitu Errol Jonathans, Fachry Mohamad, dan Cahyono Adi.

“Peliputan bekantan ini sarat dengan informasi auditif yang dihimpun dari berbagai sumber dan investigasi lapangan,” komentar Ketua Dewan Juri Radio Errol Jonathans. “Efek theatre of mind bertambah kuat setelah tim produksi memasukkan beragam ambience, seperti suara bekantan, suara para narsumber utama, hingga deru mesin perahu klotok,” tambah Errol.

Foto dan Karikatur
Oscar Motulo, Tagor Siagian, Reno Esnir – ketiganya fotografer andal di Indonesia – menjadi juri Kategori Foto Berita. Ketiganya memilih karya Totok Wijayanto dari Kompas bertajuk “Pemakaman Jenazah Korban Covid” sebagai pemenang kategori Foto Berita. Karya ini telah diterbitkan pada 28 Juli 2020.

“Tahun 2020 adalah tahun pandemi. Secara global Corona telah mencengkeram bahkan hingga di antartika. Foto pemakaman jenasah pasien Covid-19 yang dipetik malam 27 Juli 2020 ini adalah suatu imaji foto jurnalistik yang luar biasa,” komentar Oscar Motuloh, Ketua Dewan Juri Foto Berita.

Untuk Kategori Karikatur Opini, tim juri yang diketuai karikaturis senior Gatot Eko Cahyono memutuskan pemenangnya Muhammad Syaifuddin Ifoed dari Harian Indopos dengan tajuk “Dari Dulu Juga Sudah WFH” yang terbit 28 Maret 2020.

“Karya satir ini, tidak hanya bicara soal pandemi, tapi juga bicara persoalan kemiskinan yang melilit bangsa ini, yang belum juga bisa diberesin dari satu pesiden ke presiden berikutnya,” ujar anggota Dewan Juri Karikatur Opini, Yusuf Susilo Hartono.

Karya karikatur ini dalam penampilan visualnya, menurut Yusuf, sangat terasa kontrasnya. “Hasil permainan, dua bidang yang berlawanan,” sebutnya.

Anggota Dewan Juri Karikatur lain, Wina Armada – wartawan senior dan kolektor karya seni – menekankan bahwa kekuatan karikatur pemenang ini terletak pada tiga faktor utama. Pertama, mengandung ironi dengan humorostik tinggi, yakni antara kaum jelata dan kaum berpunya.

“Bagi kaum jelata sudah sejak awal selalu bekerja di rumah, dan bukan sejak adanya pandemi COVID-19. Anjuran untuk bekerja di rumah buat mereka menjadi sesuatu yang tak berarti apa-apa,” kata Wina.

Kedua, sebut Wina, karikatur ini mampu mengangkat tema yang sedang aktual di tengah masyarakat. “Dan ketiga, dari segi komposisi garis dan letak memiliki kekuatan menonjol,” urainya.

Keenam pemenang akan menerima hadiah @ Rp20 juta, trofi, dan piagam penghargaan dari PWI / Panitia HPN 2021 yang diserahkan di depan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 9 Februari 2021.

IKWI Gelar Webinar untuk Memacu Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

IKWI Gelar Webinar untuk Memacu Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

JAKARTA, PWI KOTA BANDUNG — Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (PP IKWI), gelar Webinar PWI-IKWI bertema “Memacu Lifestyle Halal Menuju Indonesia Sebagai Negara Rujukan Pusat Halal Dunia” pada Rabu, (20/1) siang.

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian Hari Pers Nasional tahun ini, yang akan berlangsung pada 9 Pebruari 2021.

Seminar ini dipusatkan di Kantor PWI Pusat, Jakarta dengan dikuti oleh ratusan anggota IKWI dari seluruh Indonesia, dan juga anggota PWI, serta wartawan dari sejumlah media nasional secara virtual.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari, mengatakan
pers terus mendorong pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia. Hal ini tentu tidak terlepas dari populasi Indonesia sebagai muslim terbesar dunia.

Atal menuturkan sejak 20 tahun lalu ekonomi syariah, terutama industri perbankan, sudah mulai tumbuh di Indonesia dengan perkembangannya secara bertahap.

“Pertumbuhan ekonomi Syariah ini, banyak melibatkan masyarakat pers dalam menyampaikan pesan-pesan informatif, literasi, dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Atal dalam sambutannya.

Menurut dia, banyak produk-produk halal unggulan di Indonesia memang banyak. Di antaranya ada halal food dan fashion. Semua ini menggiring masyarakat untuk mengubah gaya hidup dari konvensional ke gaya hidup halal secara syar’i (halal lifestyle).

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Head of Financing Card Business BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar, dan CEO & Founder PT Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia, Indah Kirana mengatakan webinar tentang lifestyle halal ini sangat diperlukan, terutama bagi kaum ibu untuk mengetahui apa itu produk halal dan tidak halal.

Menurut Indah, dalam belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat sering tidak tahu mana produk halal dan tidak halal, karena penempatannya tidak dipisahkan oleh pengelola toko.

“Saya pernah membeli sosis di satu swalayan yang cukup besar di Jakarta. Sampai di rumah, asisten saya bilang kalau itu daging sosisnya tidak halal karena beda warna dan seratnya. Dan setelah diteliti, ternyata benar,” ungkap Indah yang hadir langsung di lokasi acara.

Hal seperti itu, lanjutnya, mungkin banyak dialami oleh masyarakat karena tidak ada pembatas produk halan dan non halal.

“Ini baru dari produk makanan. Bagaimana dengan produk jasa lainnya seperti perbankan, asuransi, dan lainnya. Disini kita perlu memahami masalah produk syariah dan gaya hidup halal,” tambah Indah.