Dany Java Jive Meriahkan Bagi-bagi Takjil Bersama PWI dan IKWI Kota Bandung

Dany Java Jive Meriahkan Bagi-bagi Takjil Bersama PWI dan IKWI Kota Bandung

PWI KOTA BANDUNG — Ada sesuatu yang menarik dari kegiatan bagi-bagi ta’jil gratis yang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung, Selasa (27/04/2021).

Bagaimana tidak menarik perhatian, kehadiran salah satu pentolan group band legendaris Dany Java Jive, membuat suasana di Sekretariat PWI Kota Bandung semakin semarak dan hangat.

Seperti biasa, para awak media mempersiapkan ta’jil berupa nasi bungkus dan air mineral sekitar 150-200 bungkus. Namun, kali ini, sebelum pembagian ta’jil, Dany memberikan siraman “siraman” rohani kepada rekan-rekan yang berlangsung di mushola PWI Kota Bandung.

Dalam tausiahnya, pelantun lagu “Permataku” itu mengingatkan pentingnya rasa syukur yang diberikan Allah SWT.

Dany mengutip Quran Surat Yunus ayat 31 “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

Menurut Dany, selama ini telah mendzolimi diri sendiri.

“Saya selama ini diberi penglihatan, pendengaran, namun kurang bersyukur. Sekarang bagaimana kita menjadi pribadi yang bersyukur. Sok mulai sekarang mah gunakanlah lisan, langkah, pendengaran untuk dijalan Allah,” pesannya.

Usai memberikan kultum, Dany bersama pengurus dan anggota PWI serta IKWI langsung menuju jalan Ahmad Yani, tepatnya didepan sekretariat PWI Kota Bandung kawasan Persib.

“Kegiatan sosial yang dilakukan kawan-kawan PWI Kota Bandung sangat bagus sekali. Pasalnya, selain membantu sesama, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian para wartawan yang notabene mungkin jarang dilakukan seintens ini,” tambahnya.

Senada, Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah mengungkapkan, kegiatan bagi bagi ta’kjil telah berjalan selama empat tahun.

“Kegiatan ini murni dari kita semua (PWI–red), kita gelar seminggu dua kali, setiap Selasa dan Jumat selama Ramadhan,” kata Andhy, sapaan akrab Ketua PWI Kota Bandung.

PWI Kota Bandung juga mengucapkan apresiasi untuk Ayam Sawce, yang telah ikut mendonasikan puluhan nasi dus sebagai hidangan buka bersama.

Hujan tak Surutkan PWI & IKWI Kota Bandung Bagikan Takjil Gratis

Hujan tak Surutkan PWI & IKWI Kota Bandung Bagikan Takjil Gratis

PWI KOTA BANDUNG — Bagi-bagi takjil gratis untuk kali ketiga di bulan Ramadhan 1442 hijiriyah kembali digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung di sekitar sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani No.262 Bandung, Jumat (23/4/2021).

Seperti sebelumnya, sebanyak 200 nasi plus lauk pauk serta minuman sebagai makanan berat siap saji dibagikan kepada pengguna jalan maupun masyarakat sekitar Jl. Ahmad Yani.

Kendati cuaca dilanda hujan sejak pukul 16.00 WIB namun tak menyurutkan pengurus dan anggota PWI bersama IKWI untuk melanjutkan pembagian takjil gratis kepada warga yang tengah melaksanakan ibadah puasa.

Dalam kondisi cuaca masih gerimis, semangat pengurus dan anggota PWI dan IKWI tampak begitu besar dan antusias mendistribusikan takjil bahkan hingga memasuki waktu adzan magrib berkumandang.

“Kami tetap konsisten menggelar pembagian takjil gratis kepada warga sebagai wujud kepedulian PWI bersama IKWI Kota Bandung terhadap masyarakat terutama kami sangat menghargai warga yang tengah beribadah puasa dan dalam perjalanan,” terang Ketua PWI Kota Bandung, Hardiyansyah, SH disela bagi-bagi takjil.

Menurut Andy sapaan akrabnya, PWI Berbagi merupakan program rutin yang digelar tahunan di saat bulan suci Ramadhan sekaligus juga bentuk kepedulian dan sikap emphati pengurus dan anggota PWI Kota Bandung dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan.

Andy yang kerap ikut serta membagi-bagikan makanan takjil kepada warga berharap apa yang dilakukannya membuahkan banyak manfaat bagi warga masyarakat pengguna jalan baik kalangan supir angkot, ojek online, penumpang angkot, pengamen, tukang asongan dan warga umumnya.

Dalam waktu yang tak begitu lama, takjil gratis yang dibagikan ludes tak tersisa, dan rencananya acara serupa akan kembali dilanjutkan pada selasa depan.

“Rutinitas ini merupakan komitmen PWI sebagai program tahunan saat bulan suci Ramadhan dan dilaksanakan pada tiap hari Jumat dan Selasa di Bulan Ramadhan ini,” tutupnya.

Diketahui, program bagi-bagi takjil yang dilakukan PWI Kota Bandung sudah memasuki tahun ke 4, dan sudah menjadi komitmen untuk terus melaksanakannya sebagai rutinitas tahunan. Sementara pada bulan Ramadhan kali ini, pembagian takjil tetap dipusatkan di kawasan sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani No.262 Bandung dan akan kembali dilanjutkan dua kali dalam sepekan, sepanjang bulan ramadhan, yakni hari Selasa dan Jumat.

PWI dan IKWI Kota Bandung Bagikan Ratusan Makanan Siap Saji

PWI dan IKWI Kota Bandung Bagikan Ratusan Makanan Siap Saji

PWI KOTA BANDUNG Sebanyak 150 pcs makanan berat siap saji dibagikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung untuk pengguna jalan maupun masyarakat sekitar sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani No. 262 Bandung, Jum’at (16/4/2021).

Pembagian takjil gratis tersebut merupakan program bakti sosial yang rutin setiap tahunan digelar saat bulan suci Ramadhan sekaligus juga bentuk kepedulian dan sikap emphati pengurus dan anggota PWI Kota Bandung dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan.

Ketua PWI Kota Bandung, Hardiyansyah pun ikut serta secara langsung membagi-bagikan makanan takjil kepada warga. Kendati terjadi antrian kemacetan akibat kegiatan pembagian takjil gratis itu, namun lalu lintas tetap berjalan normal.

“Kami (PWI Kota Bandung red) berharap apa yang kami berikan kepada warga masyarakat dengan takjil ini semoga dapat bermanfaat bagi warga yang tengah melaksanakan ibadah puasa. Rutinitas ini merupakan komitmen PWI sebagai program tahunan saat bulan suci Ramadhan,” ujarnya disela-sela pembagian takjil.

Dikatakannya, takjil dibagikan secara gratis bagi warga di sekitar, namun tidak sedikit pengguna jalan baik ojol, supir angkot, penumpang moda trasfortasi umum serta pengamen dan pedagang asongan pun mendapatkannya.

“Kami sangat bersenang hati dengan kegiatan seperti ini, sebab hal ini menumbuhkan rasa emphati anggota PWI Kota Bandung terhadap sesama,” jelasnya.

Bukan hanya bagi anggota PWI, termasuk IKWI Kota Bandung pun terlibat aktif mulai dari proses persiapan memasak hingga packing takjil dan siap didistribusikan.

Menurut Atie, salah seorang pengurus IKWI menandaskan bahwa kerjasama PWI dan IKWI dalam program pembagian tajjil gratis ini upaya membangun harmonisasi selain daripada tanggungjawab moral dalam mengisi bulan suci Ramadhan sebagai bulan berkah.

“Sebagai rasa sujud syukur kami atas karunia sehat dan rezeki yang diterima dari Allah SWT. Maka itu, sudah sepatutnya kami menebar kebaikan dan semoga bermanfaat bagi sesama,” terangnya.

Banyak dari pengguna jalan termasuk pengamen jalanan yang biasa mengais rejeki di perempatan Jl. Ahmad Yani dan Jl. Martadinata (Riau) merasa kegirangan atas pembagian takjil gratis yang dilakukan PWI dan IKWI Kota Bandung itu.

Adapun program bagi-bagi takjil yang dilakukan PWI Kota Bandung sudah memasuki 4 tahun, dan menjadi komitmen untuk terus melaksanakannya sebagai rutinitas tahunan. Sementara pada bulan Ramadhan kali ini, pembagian takjil tetap dipusatkan di kawasan sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani No.262 Bandung dan akan kembali dilanjutkan dua kali dalam sepekan, sepanjang bulan ramadhan, yakni hari Selasa dan Jumat.

Pemprov Sultra-PWI Tindak Lanjuti Penetapan Tuan Rumah HPN 2022

Pemprov Sultra-PWI Tindak Lanjuti Penetapan Tuan Rumah HPN 2022

Jakarta, PWI Kota Bandung — Setelah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022, Pemerintah Provinsi Sultra menindaklanjuti dengan melakukan pertemuan bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Rabu (7/4/2021) di Kantor PWI Pusat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Drs Asrun Lio, MHum PhD mewakili gubernur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra Ridwan Badallah, SPd, MM, Ketua PWI Sultra Sarjono dan Sekretaris PWI Sultra Mahdar Tayyong. Mereka diterima Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi dan Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkfili Gani Ottoh.

Pada kesempatan tersebut, Asrun menyampaikan bahwa Sultra tetap siap menjadi tuan rumah HPN, 9 Februari 2022 yang dipusatkan di Kendari. Untuk itu, Asrun berharap agar pengurus PWI Pusat membuat Surat Keputusan (SK) yang baru tentang penunjukan atau penetapan Sultra sebagai tuan rumah HPN tahun depan.

“SK tersebut sebagai payung hukum bagi Pemerintah Provinsi Sultra mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan tahun 2021 karena tahapan dan persiapan HPN sudah dilakukan tahun ini mengingat HPN 2022 dilaksanakan pada awal tahun,” jelas Asrun.

Menanggapi hal itu, Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi menyatakan, pihaknya siap mengeluarkan SK HPN 2022 kepada Sultra. SK tersebut sebagai pembaharuan SK sebelumnya yang diterima Gubernur Sultra Ali Mazi SH di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan menetapkan Sultra sebagai tuan rumah HPN 2021. Akibat pandemi Covid-19, HPN 2021 dipindahkan ke Jakarta dan diikuti secara virtual oleh pengurus PWI dan wartawan se-Indonesia.

“Kami segera melakukan rapat pengurus untuk membahas lebih lanjut lagi mengenai persiapan pelaksanaan HPN di Sultra,” kata Mirza. “Setelah pertemuan ini, kami akan secara intens melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan pengurus PWI Sultra supaya persiapan benar-benar maksimal sehingga dapat berjalan lancar dan sukses,” harap mantan Ketua PWI Jawa Barat ini.

Pada pertemuan tersebut juga mengemuka, PWI dan Pemprov Sultra mengharapkan Presiden RI Joko Widodo hadir pada puncak HPN, 9 Februari 2022. Kehadiran presiden sekaligus akan meresmikan sejumlah proyek pembangunan besar yang saat ini sedang berjalan seperti Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah, perpustakaan bertaraf internasional, Bendungan Ladongi di Kolaka Timur, dan lain-lain.

HPN 2021, PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Bakti Sosial

HPN 2021, PWI Kota Bandung dan SMSI Gelar Bakti Sosial

PWI KOTA BANDUNG — Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, PWI Kota Bandung bekerjasama dengan PWI Peduli Kota Bandung, IKWI Kota Bandung dan SMSI Jawa Barat, bakal menggelar bakti sosial berupa donor darah, Kamis mendatang (04/03/2021).

Donor darah rencananya akan dilaksanakan dimulai pukul 12.00 WIB sampai 16.00 WIB di Lantai 2 gedung PMI Kota Bandung Jln. Aceh.

Ketua PWI Kota Bandung Hardiyansyah menyebutkan kegiatan tersebut bukan baru kali ini saja dilakukan PWI Kota Bandung, namun merupakan kali kedua setelah HPN 2020 lalu.

“Ini merupakan yang kedua, dimana tahun lalu kita juga menggelar donor darah dengan PMI Kota Bandung yang diikuti sedikitnya 35-40 anggota PWI,” jelas Hardiyansyah, Selasa (02/03/2021) di Sekretariat PWI Kota Bandung Jl. Ahmad Yani 262, Bandung.

Menurutnya, darah merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendesak disaat masyarakat membutuhkan. Karena itu, pihaknya selalu menekankan, untuk membantu masyarakat dalam hal ini donor darah, terlebih ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Donor darah merupakan wujud kepedulian PWI Kota Bandung terhadap sesama, terutama untuk membantu PMI dalam memenuhi ketersediaan darah,” ucapnya.

Selanjutnya Hardiyansyah mengimbau kepada seluruh anggota PWI Kota Bandung agar mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan, utamanya istirahat yang cukup.

Presiden Jokowi Sampaikan Alasan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi Sampaikan Alasan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Jakarta, PWI Kota Bandung – Presiden RI Joko Widodo hadir dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 5.512 insan pers di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari pertama, Kamis 25 Februari 2021.

Dari jumlah penerima vaksin tersebut, 512 di antaranya adalah peserta yang mendaftar saat Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Joko Widodo menyampaikan alasan mengapa insan pers mendapat prioritas dalam vaksinasi Covid-19.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat HPN bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi dan alhamdulillah pagi ini dimulai untuk 5.512 awak media yang prosesnya tadi saya lihat berjalan lancar dan baik,” kata Joko Widodo yang terkenal dengan panggilan “Pak Jokowi”.

Vaksinasi tersebut diharapkan oleh Jokowi bisa melindungi awak media di lapangan. “Wartawan sering berinteraksi dengan publik, dengan nara sumber,” kata demikian Jokowi memberi alasan.

Jokowi berharap proses vaksinasi massal bagi insan pers yang berlangung hingga 27 Februari 2021 di Jakarta ini bisa dilakukan di provinsi-provinsi lain, sehingga seluruh awak media, segera mendapat vaksin.

Presiden melihat insan pers sebagai salah satu yang melakukan pelayanan publik. Karena itu dimasukkan dalam program vaksinasi tahap kedua yang digulirkan pemerintah.

Dalam pelaksanaan hari pertama vaksinasi selain dihadiri presiden, tampak hadir mendampingi Jokowi, antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Informasi dan Informatika RI Johnny G.Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga penanggung jawab Hari Pers Nasional 2021 Atal S. Depari.

Mohammad Nuh kepada wartawan mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi insan pers adalah bagian dari tugas Dewan Pers yaitu melindungi pers dari tekanan dan ancaman dari luar ketika menjalankan tugas jurnalistik, selain ancaman dari penyakit, dari dalam tumbuh.

Karena itu wartawan, insan pers harus diberi perlindungan dengan vaksin, supaya sehat dan bisa menyajikan berita berkualitas.

PWI Apresiasi Pemerintah

Penanggung Jawab HPN 2021/Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S. Depari, Selasa (23/2) secara terpisah mengatakan, pihaknya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

“Kami juga senang, pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara kami meminta Bapak Presiden menambah 5.000 insan pers untuk divaksin,” kata Atal.

Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Dalam pelaksanaan vaksinasi hari pertama berlangsung lancar dan tertib. Semua peserta dipersilakan duduk di kursi yang sudah disediakan. Para peserta dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja.

Para penerima vaksin dipanggil secara bergelombang sesuai tempat mereka mendaftar, yakni di 10 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.

Ke-10 konstituen Dewan Pers adalah  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Pers Menghadapi Situasi Rumit di Masa Pandemi, PWI Jabar Gelar Webinar Strategi Bisnis Media

Pers Menghadapi Situasi Rumit di Masa Pandemi, PWI Jabar Gelar Webinar Strategi Bisnis Media

PWI KOTA BANDUNG — Media massa saat menghadapi situasi berat, di saat harus menyelesaikan masa disrupsi media akibatnya tumbuhnya media sosial dan internet, media setahun ini menghadapi masa pandemi Covid-19. Pandemi ini dinilai tantangan yang sangat berat yang harus mampu diselesaikan atau diatasi dengan berbagai upaya dan ikhtiar.

Menyikapi situasi ini, PWI Jawa Barat menyelenggarakan Webinar dengan tema “Strategi Bisnis Medis di Masa Pandemi Covid-19,” yang diselenggarakan Rabu, 24 Februari 2021.

Webinar akan menghadirkan pembicara Wina Armada (Konsultan Ahli Pers), Priskilla Ifke Goni (Publisher Engagement Manajer Anymind Gruop), dan Hersubeno Arief (Wartawan Senior, Konsultan Media dan Politik). Webinar akan dipandu oleh Mellysa Widyastuti (ayobandung.com).

Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat mengatakan, webinar diselenggarakan sebagai rangkaian dari Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Jawa Barat. Sebelumnya diselenggarakan peringatan HPN tingkat Jawa Barat di Gedung Sate, yang diselenggarakan secara virtual dengan Presiden Joko Widodo. “Nanti puncak peringatan HPN Jawa Barat akan diselenggarakan di Cianjur pada 17 Maret 2021,” kata Hilman.

Ia menambahkan, tema ini sengaja dihadirkan untuk membagi ilmu atau penggetahuan terhadap media di Jawa Barat dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Media selama ini menghadapi tantangan berat di era disrupsi. Di saat kita tengah mempersiapkan diri menghadapi era disrupsi itu, hantaman kembali datang dengan adanya pandemi ini. Industri media termasuk bidang yang terganggu eksistensinya di masa pandemi ini. Tak sedikit yang tutup dan kita harus memutar otak untuk menghadapinya,” kata Hilman.

Ia berharap, webinar ini bisa memberi ilmu atau pengetahuan yang bermanfaat bagi media, insan pers, dan wartawan yang ada di Jawa Barat. “Saat ini kita dituntut untuk melakukan lompatan, merubah paradigma dalam mengelola media, melakukan liputan, dan mengelola pemberitaan. Mudah-mudahan webinar ini menjawab pertanyaan-pertanyaan kita dalam menghadapi situasi yang tidak ‘nyaman, ini,” kata Hilman lagi.

Kegiatan peringatan HPN didukung oleh berbagai sponsor seperti Bank bjb, Bank bjb syariah, Djarum Foundation, Summarecon Bandung, PT Pos Indonesia, LPS , Yayasan Alfamat, Gojek, Masyarakat Tionghoa Peduli.

Strategi 10 Bupati Walikota Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Strategi 10 Bupati Walikota Penerima Anugerah Kebudayaan PWI

Jakarta, PWI Kota Bandung – Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021, bersama Presiden RI Joko Widodo, berani maupun memikat, Selasa (9/2/2021) pagi, salah satu mata acaranya adalah penyerahan trofi kepada 10 kepala daerah (bupati / walikota) ) penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Menurut Ketua Umum PWI Atal S. Depari, selaku Penanggungjawab HPN 2021, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi insan pers terhadap para bupati / walikota yang peduli kebudayaan dan media literasi. Yang dipilih oleh tim juri yang terdiri dari wartawan senior, penulis, budayawan dan akademisi, dan pekerja seni-budaya.

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, tambahkan, ke-10 bupati / walikota penerima anugerah, memiliki strategi, kinerja, dan kekuatan masing-masing, dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi. “Pada umumnya, mereka merawat warisan masa lalu, kemudian merawat, memanfaatkan, mengembangkan dan melindunginya, dengan berbagai regulasi. Selain itu mengembangkan dengan” bungkus “dan cara masa kini, termasuk di dalamnya menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional, sekaligus global. “

Strategi dan Kinerja
Bagaimana strategi dan kinerja kebudayaan, masing- masing kepala daerah tersebut? Yusuf menjelaskan bahwa Bupati Banggai – Sulawesi Tengah H. Herwin Yatim menjadikan gerakan dan gaya hidup Pinasa sebagai muara perilaku hidup bersih, cinta lingkungan, dan tradisi yang terbarukan. Walikota Bogor – Jawa Barat Bima Arya Sugiarto dengan merevitalisasi filosofi kearifan lokal Sunda Sahitya Raksa Baraya membangun kota Bogor dalam kebersamaan etnis etnis hingga etnis, dengan dukungan media. Walikota Denpasar – Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra memajukan kebudayaan di jantung pulau dewata dengan konsep Orange Economi, yang memadukan ekonomi kreatif dan budaya, dengan prinsip keseimbangan.

Bupati Majalengka-Jawa Barat H. Karna Sobahi mengubah stigma daerah pensiunan itu menjadi gemebyar seperti sekarang dengan semangat kearifan lokal Ngamumule Budaya, Ngawangun Majalengka Raharja. Walikota Mojokerto Jawa Timur Ika Puspitasari meski dengan anggaran kebudayaan yang kecil, tapi dengan Spirit Mojopahit yang besar, mampu menciptakan berbagai program yang menarik, sambil mengatasi berbagai tantangan, diantaranya penghacuran bangunan bersejarah untuk kepentingan komersial.

Walikota Parepare, Sulawesi Selatan HM Taufan Pawe meneguhkan kota pelabuhan itu dengan ikon baru sebagai Kota Cinta Sejati Habibie – Ainun, lengkap dengan aneka program hingga infra struktur pendukungnya. Walikota Tegal, Jawa Tengah H. Dedy Yon Supriyono dengan Jitak Jakwir, mengembangkan budaya lokal sebagai kekuatan masyarakat yang dedikatif, berkarakter, dan bermartabat.

Walikota Singkawang Kalimantan Barat Tjhai Chui Mie mampu “mengorkestrasi” modal budaya leluhur Tidayu (Tionghoa, Dayak Melayu) dan perkembangan masa kini, untuk meraih kesejahteraan dalam keharmonisan. Bupati Sumedang, H.Dony Ahmad Munir, dengan roh Sumedanglarang, peningkatan nilai-nilai lama yang baik, dan meningkatkan nilai-nilai baru yang lebih baik, untuk menjawab tantangan masa kini. Walikota Semarang, Jawa Tengah H. Hendrar Prihadi menjaga keberagaman dalam kebersamaan, antara lain dengan menggunakan media massa / media sosial dan teknologi baru yang sedang tren, untuk mewujudkan kota perdagangan dan jasa, yang sejahtera.

Budaya Maya
Menguatkan strategi dan kinerja bupati walikota penerima penghargaan ini, menggunakan dua pendekatan: masa normal dan masa pandemi. Sementara itu, pada anugerah tahun sebelumnya, 2016 dan 2020, para bupati / walikota hanya menggunakan satu pendekatan, masa normal.

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda umat manusia di seluruh muka bumi termasuk Indonesia, hingga saat ini hampir hampir, banyak sekali cara hidup (sebagai salah satu inti kebudayaan) yang terderupsi. Yang dulu ada sekarang hilang, lalu muncul hal-hal baru yang dulu tidak pernah terbayangkan. “Memang, pandemi telah memporak-porandakan kebudayaan lama yang berbasis dunia” nyata “(benda dan tak benda). Tapi pandemi pula yang telah mendorong umat manusia yang menciptakan dan menciptakan budaya baru,” maya “, berbasis teknologi dan kecerdasan buatan “, tandasnya.

Mencermati perkembangan yang ada, terutama yang menguatnya budaya maya yang akan mempengaruhi cara hidup manusia ini dan masa depan, Yusuf mengatakan bahwa Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2022 bakal dilakukakan pembaruan. Untuk itu, guna menjaring berbagai masukan, rencana pasca-HPN akan digelar “silaturahmi virtual” yang melibatkan penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2016, 2020, dan 2021, budayawan, akademisi, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya.

Info lebih lanjut bisa menghubungi
Pelaksana AK-PWI Yusuf Susilo Hartono 08128127458

IIPG Meriahkan HPN 2021 Lewat Bantuan Sembako untuk Masyarakat

IIPG Meriahkan HPN 2021 Lewat Bantuan Sembako untuk Masyarakat

Jakarta, PWI Kota Bandung — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli mendapat bantuan 1.000 paket kebutuhan pokok/sembako dari Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG), Jumat (5/2/2021).

Penyerahan bantuan sembako dari IIPG ini dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Umum IIPG, Yanti Airlangga Hartarto kepada perwakilan PWI daerah sekitar Jakarta yang hadir.

Ketua Umum PWI Pusat yang juga penanggung jawab HPN 2021, Atal S. Depari menyambut baik semangat solidaritas IIPG dalam membantu warga pers di masa pandemi ini.

“Pertemuan ini jadi menarik karena Ibu (Yanti Airlangga) membawa bekal luar biasa ini, ada 1.000 paket sembako, sampai kami kewalahan, mau dikirim ke mana sembako ini. Ternyata teman-teman tidak kewalahan, langsung dibuat floating diberikan kepada masyarakat pers yang membutuhkan ini dalam masa pandemi,” ujar Atal dalam sambutannya di Sekretariatan PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Atal mengatakan, seluruh bantuan ini segera didistribusikan dari KONI Pusat. “Saya telepon langsung humas (KONI Pusat)-nya, tolong sediakan tempat, itu luas sekali,” tutur Atal.

PWI Pusat di bawah Ketua PWI Peduli, M. Nasir, lanjut Atal, terus bergerak menggalang solidaritas membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah seperti korban gempa di Sulawesi Barat maupun banjir di Kalimantan Selatan.

“Dari Kalimantan Selatan, banjir bah yang luar biasa, kawan-kawan kami dari Kalimantan Timur aktif datang. Saya kira Pak Nasir tinggal teken tombol berangkat,” ucapnya.

Yanti Airlangga pun setuju dalam suasana pandemi ini, harus saling bergotong royong dan meringankan beban sesama. Kata dia, seperti biasanya Jumat Berbagi, namun kali ini IIPG sebagai partisipasi dalam rangka HPN 2021.

IIPG sudah menjalankan aksi sosial selama pandemi merebak Maret 2020 lalu. Para istri bahkan turun ke daerah-daerah bencana. Setiap hari Jumat lewat program Golkar Peduli, IIPG aktif membaikan bansos di berbagai tempat, termasuk APD di sejumlah rumah sakit.

Bantuan yang diberikan kepada pers dan wartawan dalam rangka Hari Pers Nasional 2021, merupakan bantuan yang Kedua. Beberapa pekan lalu, IIPG juga sudah memberikan bantuan ratusan paket sembako ke pers dan awak media, yang terdampak pandemi.

“Ikatan istri tidak takut pada pandemi, jiwa keibuan kami, jiwa sebagai perempuan tidak mau berdiam diri, support dari suami kita,” ucap Istri dari Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar.

IIPG juga turun ke daerah-daerah bencana membantu para korban. “Hari ini kami menemukan keluarga baru, mempunyai semangat baru unt berbagi,” tambah Yanti Airlangga.

“Saya ucapkan Hari Pers Nasional, semoga pers dan medianya dapat membangun optimisme dan menyebarkan berita-berita positif bagi kemajuan bangsa dan negara,” ucapnya.

Ketua Umum IIPG Yanti Airlangga hadir bersama Ketua Bansos IIPG, Nita Aziz Syamsuddin dan jajarannya.

Sedangkan dari PWI Pusat hadir Ketua PWI Peduli, M. Nasir dan Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi.

Bantuan diserahkan kepada Yani Mirza mewakili IKWI Pusat, Sekretaris PWI Bogor, Nurofik, Sekretatis PWI Depok Wandi dan satpam Dewan Pers, Panca dan Dar Edi Yoga mewakili PWI Pusat.

Ini Pesan Menkumham Bagi Media Mainstream di Tengah Disrupsi Media Sosial

Ini Pesan Menkumham Bagi Media Mainstream di Tengah Disrupsi Media Sosial

Jakarta, PWI Kota Bandung Keberadaan dan pengaruh media sosial (medsos) terhadap masyarakat Indonesia, sangat dahsyat. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan pengguna handphone 378 juta, internet dapat memberikan keuntungan, sekaligus kerugian. Tidak hanya sampai disitu, medsos dinilai dapat mengancam media mainstream.

“Tidak hanya media, kita juga bisa melihat pasar-pasar, market tradisional mengalami disrupsi yang perlu disikapi,” jelas Menkumham Yasonna Laoly saat menjadi Keynote Speaker di seminar bertajuk Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos, di Jakarta, Kamis (04/02/2021).

Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun dibelahan dunia juga demikian. Dari total pengguna internet di Indonesia 170 juta, di antaranya pengguna media sosial.

“Pemerintah negara negara di dunia pusing mengelola medsos. Kami pernah bertemu antar pemimpin negara di Australia salah satunya membahas perkembangan medsos karena terkait terorisme,” terangnya seraya meminta media mainstream menjaga kualitas pemberitaan meski ditengah tantangan disrupsi media sosial.

Sementara Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, tekanan disrupsi media sosial terhadap media mainstream semakin kuat. Disrupsi ini muncul dengan semakin cepatnya penetrasi bisnis mereka melalui mesin pencari dan situs e-commerce yang memberi guncangan sangat besar pada media mainstream.

“Di tengah krisis karena pandemi ini, kehadiran disrupsi media social membuat media mainstream semakin terpukul. Jika keadaan ekonomi ini berlanjut saya tidak membayangkan apakah masih ada kemampuan media untuk hidup lebih lama,” pungkas Atal.

Salah satu penolong adalah kerjasama, seperti misalnya google dan facebook. Seminar tersebut merupakan rangkaian Hari Pers Nasional 2021.