PWI KOTA BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat memperkuat kemitraan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat. Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Kunjungan tersebut diterima Plt. Ketua PWI Jawa Barat Ahmad Syukri bersama jajaran pengurus serta panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat.
Pertemuan membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kemitraan antara kepolisian dan insan pers, upaya melawan penyebaran hoaks, peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), hingga persiapan Konferprov PWI Jawa Barat.
Plt. Ketua PWI Jawa Barat Ahmad Syukri menyampaikan apresiasi atas hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dengan Polda Jawa Barat. Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat.
“Jawa Barat merupakan produsen hoaks terbesar, PWI Jawa Barat terus memeranginya. Kemitraan dengan Polda Jabar sangat strategis sehingga upaya kami semakin masif,” ujar Ahmad Syukri.
Selain persoalan hoaks, PWI Jawa Barat juga menyampaikan rencana kerja sama dengan Polda Jawa Barat dalam penyelenggaraan UKW.
Menurut Ahmad Syukri, peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan ekosistem media. Ia menyebut dukungan Polri terhadap peningkatan kompetensi wartawan sebelumnya juga telah dibahas dalam pertemuan pimpinan Polri dengan PWI Pusat pada rangkaian Hari Pers Nasional 2026 di Banten.
“Polri mendukung pelaksanaan UKW untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Kerja sama penyelenggaraan UKW sudah dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan salam dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto kepada jajaran PWI Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa Polda Jawa Barat berharap hubungan strategis dengan PWI dan para wartawan di Jawa Barat dapat terus diperkuat.
“Salam dari Bapak Kapolda Jabar. Beliau menitipkan pesan agar mempererat kemitraan strategis antara Polda Jabar dan anggota PWI seluruh Jabar,” ujar Hendra.
Hendra juga menyambut positif rencana pelaksanaan Konferprov PWI Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung.
Menurutnya, Polda Jawa Barat mendukung pelaksanaan forum organisasi tersebut dan berharap prosesnya berjalan aman, lancar, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin baik.
“PWI mitra kami, jelas kami mendukung pelaksanaan Konferprov. Semoga nantinya terpilih ketua yang amanah dan terbentuk kepengurusan yang bisa membawa Jawa Barat lebih baik lagi, terutama dalam pembangunan informasi,” katanya.
Hendra menegaskan dukungan tersebut tidak bergantung pada siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat. Ia berharap kepengurusan baru tetap melanjutkan kemitraan yang telah dibangun dengan Polda Jawa Barat.
“Siapa pun nanti yang terpilih, kami berharap bisa melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan Polda Jawa Barat. Kami sangat mendukung penyelenggaraan Konferprov PWI Jawa Barat. Kedatangan saya menjadi bukti dukungan tersebut,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung cepat.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat perusahaan media dan wartawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan platform digital.
“Di era digital seperti sekarang, kompetensi wartawan sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia mengatakan media saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan berita melalui platform konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari distribusi informasi kepada masyarakat.
“Sekarang perusahaan media dituntut harus memiliki media sosial, karena memang informasi lewat media sosial lebih cepat diterima masyarakat,” katanya.
Namun, Hendra mengingatkan bahwa adaptasi terhadap perkembangan teknologi harus tetap dibarengi dengan profesionalisme dan tanggung jawab jurnalistik.
“Kalau media tidak berubah, ya ketinggalan. Dalam perubahan itu, profesionalisme menjadi harga mati,” imbuhnya.
Terkait persoalan hoaks, Hendra menyatakan Polda Jawa Barat mendukung langkah PWI dalam meningkatkan literasi masyarakat agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Masyarakat perlu terus diliterasi dalam melawan hoaks ini. Kami mendukung PWI dan siap bekerja sama,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Konferprov PWI Jawa Barat, Zaenal Ihsan, menyampaikan bahwa Konferprov PWI Jawa Barat akan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026, di Hotel Horison Ultima Bandung.
Konferprov tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi untuk mengakhiri masa kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2021–2026 sekaligus memilih Ketua PWI Jawa Barat untuk periode berikutnya.
“Mengakhiri masa kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2021–2026, kami menyelenggarakan Konferprov yang salah satu agendanya adalah memilih Ketua PWI Jawa Barat,” ujar Ihsan.
Ia berharap dukungan Polda Jawa Barat dapat turut memastikan seluruh rangkaian Konferprov berjalan aman dan lancar.
“Kami berharap Polda Jabar mendukung kegiatan ini. Kelancaran dan kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan pihak kepolisian,” katanya.
Pertemuan PWI Jawa Barat dan Polda Jawa Barat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara institusi kepolisian dan organisasi profesi wartawan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital, meningkatkan kompetensi jurnalistik, serta bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat bagi masyarakat Jawa Barat.






















Discussion about this post